Hello, Universe..
Pernah nggak merasa kalau pikiran kita seperti sedang dikendalikan sesuatu?
Atau pernah nggak merasa kalau kita sedang dipermainkan sama pikiran kita sendiri?
Bagaimana kita menyadari kalau itu hanyalah sekedar permainan pikiran, bukan hukum alam yang sudah seharusnya memang terjadi..
Jujur, semalam saya merasakan hal itu dan karena itu lah yang membuat saya terinspirasi untuk membuat blog. Saya tiba-tiba didatangkan sesosok pria yang pada kenyataannya belum/tidak pernah saya temui secara nyata di dunia nyata.
Sounds creepy??
Belum, jangan takut dulu, cerita belum usai.
Jadi ceritanya sehabis saya ibadah sholat Isya, bahkan saya belum sempat mengucapkan salam, tiba-tiba saja pria tersebut datang, tidak hanya sekelibat namun juga nampa nyata dan tidak kabur.
Siapa dia?
I don't know who he is..
Tetapi jangan heran, kalau saya mengatakan pria ini cukup familiar dalam pikiran saya.
Kenapa demikian?
Ya, percaya nggak percaya, saya sudah dipertemukan oleh pria ini 2 tahun silam. Saat itu dia mulai muncul dalam mimpi saya. Saya ingat betul saat itu bulan Agustus, hari ke 19 di tahun 2014.
Kenapa repot-repot ingat?
Bukan repot-repot, tetapi seperti ada dorongan kuat saya menyimpan tulisan tentang segala hal di hari itu. Bagaimana rupa pria tersebut, bagaimana perawakannya. Tentu saja, orang mana yang mampu mendeskripsikan mimpi begitu detail (kecuali orang tersebut punya bakat tertentu). Hari-hari sampai hitungan bulan saya mencoba mengingat bagaimana rupanya.
Timbul tenggelam. Terkadang saya bisa sangat ingat, terkadang kabur. Di suatu waktu, secara mendadak saya ingin menjadi ahli sketsa wajah, agar tidak perlu susah mengingatnya kembali.
Sejak saat itu, terus menerus saya merasa dipermainkan oleh pikiran saya. Saya mulai berharap pria itu nyata adanya. Sampai setahun berikutnya tidak ada tanda-tanda nyata sosok itu berada dimana atau bahkan nyata atau tidak. Demikian di tahun berikutnya lagi, saat ini, belum juga ada tanda nyatanya.
Semakin yakin bahwa itu adalah pengharapan yang terlalu besar besar yang muncul dimulai dari sebuah permainan pikiran.
Ayo kembali lah ke alam sadarmu!
Ayo kembali lah ke alam sadarmu!
Itu yang saya teriakkan ketika saya mencoba untuk sadar.
Namun kemarin malam, sesaat setelah ibadah Isya, Ia muncul lagi secara tiba-tiba.
Pria itu tersenyum. Entah pada siapa, yang jelas bukan padaku, seakan menunjukkan bahwa Ia tengah berbahagia. Setelah gambar darinya muncul sedang tersenyum, rentetan-rentetan wajah serta ekspresi lainnya yang sangat-teramat jelas, menyusul. Menampakkan wajahnya kembali dengan jelas di pikiran saya.
Spontan saya bersujud. Tentu dengan Allah SWT, Tuhan saya..
Tidak perlu saya tuliskan bagaimana percakapan saya dengan Sang Empunya Dunia.
Setelah saya selesai beribadah, saya berniat membereskan rumah sejenak, sebelumnya saya sempat mengecek ponsel saya..
Sunday, August 14
Seketika yang saya ucapkan adalah, MashaAllah.. Di bulan yang sama, bahkan hari yang nyaris sama, saya dipertemukan lagi dengan pria tersebut.
Termenung sesaat. Saya tidak habis pikir dengan permainan pikiran saya yang telah bersama selama 2 tahun ini. Lalu, saya berucap Ya Allah, apakah ini jebakan setan agar aku terus terhanyut dan tersesat dalam permainannya? Atau ini adalah petunjukMu untuk takdirku yang lebih baik?
Bila benar ini petunjuk setan, aku mohon supaya dituntun dan dikembalikan ke jalan semestinya menurut-Mu.
Bila benar ini petunjuk-Mu, aku mohon supaya dituntun untuk bertemu dengan sosok yang nyata adanya..
Saya menyukai penggalan kalimat:
Nyatanya semua kebetulan itu adalah takdir.
Lalu saya berpikir kembali, kalau permainan pikiran ini merupakan takdir saya dari Allah, apa yang akan terjadi selanjutnya?
Good night, Universe..

0 komentar:
Posting Komentar