Selasa, 27 Desember 2016

cuap-cuap tentang wattpad (bagian 1)

Saya tidak pernah bosan membicarakan aplikasi online yang satu ini. Meskipun sudah 2 tahun lamanya saya bergabung, sampai detik ini saya masih suka menggunakannya dengan penuh semangat. Mungkin memang pada kenyataannya saya suka menulis..

Oh ya, saya terhitung newbie ya di aplikasi tersebut dan juga baru-baru ini saja cerita saya dilirik oleh para readers pengguna wattpad Indonesia. Rasanya sangat senang, banyak yang mampir, memberikan vote, komentar pun yang saya sangat semangat membalasnya--meskipun terkadang banyak yang tidak bisa terbalas karena suka tenggelam.

Sampai satu waktu ya, bahkan ada yang mem-PM saya, dia cerita saking sukanya dengan cerita yang saya tulis, dia sampai membuatkan cover untuk cerita saya tersebut. Mungkin bagi pengguna wattpad senior ini merupakan hal yang biasa, tetapi bagi saya ini merupakan bentuk apresiasi dan feedback yang positif.

Kebanyakkan orang ada yang suka membaca, tidak suka menulis. Tetapi sebagian besar orang yang suka menulis pasti suka membaca, karena tulisan yang mereka ingin buat tidak mungkin mereka tidak membacanya ulang. Lagi-lagi untuk mendapatkan perhatian dari para pembaca.

Saya punya impian, entah akan terkabul atau tidak, orang zaman dulu sering berkata "bermimpilah setinggi langit." maka itu yang saya lakukan. Ingin rasanya menerbitkan sebuah novel dari karya yang telah saya buat di akun wattpad saya, apa ini akan terjadi? atau hanya akan menjadi terbitan pribadi saya saja?

we'll see.. :D
Share:

Kamis, 24 November 2016

Malam. Hujan. Cokelat Panas

25 tahun, 11 bulan, 24 hari.

Keadaan masih sama. Belum berpasangan apalagi beranak, hehe

Malam ini kota kelahiran saya hujan, sedari sore sebenarnya, bulan-bulan ini memang benar kalau musim hujan, tapi kadang suka nggak jelas gitu sih, bisa panaaaaaas banget tiba-tiba dingin, atau sebaliknya.

Cokelat panas? hmmmm.. nggak ada kombinasi yang lebih pas lagi kan dari itu? Ada sih, pendamping hidup..
Senangnya masih punya beberapa sachet cadbury cokelat panas, setidaknya menggantikan posisi sementara sang penamping hidup untuk tahun ini. Tahun depan siapa yang tahu? InshaAllah, aamiin..

Bagi saya sekarang, menulis adalah healer. Healing bagi saya yang tergolong moody, dan makin berumur makin sensitif, bukan baper yaaaa.. Bedakan.
Cranky? Iya. Grumpy? A lil bit.

By the way, angka paling atas itu udah ngerti kan maksudnya apa?

Maksudnya siapapun yang mampir di blog ini biar nyiapin kado gitu. Kalau bisa kado pendamping hidup ya, biar ulang tahun nggak sendiri terus, terus rencana menyempurnakan ibadah di awal tahun terlaksana. Ya.. siapapun bisa mampir di blog saya, termasuk malaikat yang mungkin lagi mencatat apa yang saya inginkan. aamiin.

Oh ya, konten dari blog ini mungkin belum beresensi bagi orang lain ya, karena kebanyakkan curhat, tapi kalau nggak sengaja ternyata berguna ya Alhamdulillah.

Hari ini saya mencoba peruntungan mendaftar freelance salah satu wedding organizer. Nggak ada salahnya juga menambah pengalaman dan komunitas. Terlebih saya ini anak rumahan banget. Kerja dirumah, nyantai juga dirumah. Pekerjaan calon kontraktor perempuan seperti saya ini banyak menghabiskan waktu dirumah. Padahal cita-cita pergi ke lapangan itu setinggi langit. Lagi-lagi faktor gender..

Project control sejauh ini yang saya lakukan memantau barang/bahan yang akan dipasang. Kebetulan pekerjaan tahun ini rehabilitasi semua, alhamdulillah..

Karena pekerjaan calon kontraktor yang belum padat seperti kontraktor asli itu sendiri alias Bapak saya, jadi saya putuskan untuk mencoba freelance tersebut. Kebetulan teman SMP saya lebih dulu bergabung dengan WO tersebut sebagai marketing yang full timer. Sedari awal saya sudah tertarik mencoba hal yang baru itu, sampai hari ini pengumuman seleksi tiba--yang alhamdulillah saya lolos, teman saya itu langsung menghubungi saya..

"Kamu itu serius beneran ngelamar??"

Agak aneh sih. Kok kesannya itu kayak nggak mungkin saya mengikuti seleksi freelance seperti itu, saya balas dengan lantang,

"Lho, memang dikira bercanda kemarin-kemarin?"

"Iya.."

Hmm.. apa wajah saya tidak terlihat meyakinkan bergabung menjadi freelance suatu WO?

Entahlah, lihat saja nanti ya..

By the way, hari ini tiba-tiba baper.....

Udah gitu aja, laper ah!

Good night!
Share:

Pria asing itu (lagi)

Saya boleh berbagi cerita random sedikit ya tentang semalam. Ya, kira-kira sekitaran jam ini lah 9.00-9.30 pm. Saya lagi sendiri di dalam kamar dan bermain ponsel. Seingat saya, saya lagi konsentrasi dengan jawaban-jawaban di ask.fm dari salah satu blogger favorit saya. (yang kebetulan pernah mampir di blog saya sebelum ini, pasti tahu siapa blogger favorit saya).

Tiba-tiba saja, Pria asing yang pernah saya ceritakan di 2 blog sebelum ini, muncul kembali. Pria yang sama sekali belum pernah saya temui, yang tidak saya kenal, bahkan saya tidak tahu apa dia betul eksis di dunia nyata ini?

Semakin kesini saya semakin waspada dan mawas diri. Takut berharap lebih, saya hanya ingin harapan saya, saya tujukan untuk Allah semata. Saya takut yang muncul di pikiran saya itu hanya sebatas angan-angan dan harapan saya saja.

Saya telah berani mengungkapkan pernyataan kepada Allah SWT, bahwa saya minta didekatkan pada sesosok Pria asing ini jikalau memang dia benar ada wujud nyatanya, jikalau dia memang jodoh saya. Tetapi jika kebalikannya, saya meminta untuk dihapuskan bahkan dilupakan sesosok Pria itu dari pikiran atau angan-angan saya bahkan mimpi dalam tidur saya.

Tetapi sebenarnya dari lubuk hati yang paling dalam, saya mengharapkan bahwa saya dan pria asing itu berjodoh, adalah suatu hal yang sedang saya perjuangkan untuk terkabul. Dikabulkan oleh Allah.

Semoga Allah segera memberi jawabannya ya.. aamiin,



Seperti apa gambaran tentang Pria asing itu semalam?

Jadi, dia muncul begitu saja. Dari yang saya yakini dia seperti berada di sebuah restoran di dalam gedung bertingkat. Itu karena dia duduk dipinggir jendela yang menampakkan pemandangan dari ketinggian yang entah berapa meter. Kemudian dia mengenakan jaket kulit berwarna hitam, t-shirt polos putih dan celana jeans yang warnanya senada dengan jaket. Rambutnya kali ini sedikit berantakkan namun masih rapi.

Dia setengah berdiri dari duduknya, kemudian tertawa kecil memperlihatkan deretan gigi yang rapi. Entah Ia tertawa pada siapa, lagi-lagi sayadisuguhkan peristiwa dimana Ia tertawa bahagia entah pada siapa. Saat Pria asing ini muncul, saya selalu menjadi orang ketiga atau lebih, yang bisa melihatnya seperti seorang secret admirer.

Oh ya, saking kagetnya saya tiba-tiba dia muncul lagi di pikiran saya, seketika saya mencuit kalimat seperti ini: Someday when we're meet, I'll kill you with my gaze..seriously.

Saya seakan berjanji dan menantang diri saya sendiri melakukan hal itu nanti saat waktu itu benar terjadi, Tidak peduli bahwa kami tidak saling kenal. Whatever will be will be..

Share:

Minggu, 20 November 2016

Random Sunday

Seperti hari Minggu biasa, di rumah, sendiri, emang dasar jomblo, hehehe..
By the way, kemarin sempet baca artikel gitu, katanya penyakit maag yang menyebabkan salah satunya adalah jomblo alias nggak memiliki pasangan. Menurut psikologi katanya...

Kok kasihan? :(

Kelar pembahasan tentang jomblo.......

Jadi hari ini lumayan random banget kondisi badan. Pagi-pagi banget mules nggak karuan sampai pucet, sampai melilit lah, nyatanya saya cuma telat makan aja.. ya sudahlah, diambil hikmahnya saja. Terus siangnya, cerita yang saya publish di wattpad kebanjiran vote! Yeayy!!

Senengnya kalo cerita ada yang mengapresiasi, siapa tahu nanti bisa diterbitin? Lah ngarep.. hahaha

Cerita tentang tulisan di wattpad, sebenernya itu murni khayalan saya saja, jujur saya tipe orang yang senang berfantasi, bahkan dulu waktu sekolah saya sukaaaa sekali pelajaran bahasa Indonesia kalo diberi tugas mengarang. Jago! Asal nggak dibawa sampai kehidupan sehari-hari ya, jadi tukang ngarang..

Itulah, saya bersyukuuuuuuuur sekali menemukan aplikasi wattpad ini. Dimana saya bisa menyalurkan kedua hobi saya sekaligus, membaca dan menulis. 

Ummm.. I'm not a geeky person fyi, hahaha

Cuma seneng baca buku-buku tertentu, nulis juga cerita-cerita tertentu aja, cerita khayalan tetapi masih masuk akal. Di draft akun wattpad saya, masih ada beberapa cerita yang masih ditimang-timang untuk di publish.

Saya memang masih jauh dari penataan tulisan yang baik dan benar, tetapi hobi saya tersebut membuat saya menyalurkan seluruh ide dan pikiran yang tiba-tiba ingin dituangkan begitu saja dan aplikasi ini membantu sekali, ditambah lagi ada feedbacknya.

Meskipun masih kalah jauh dari cerita yang sudah diterbitkan, tapi tetep bangga lah ya. Nggak dalam sekejap mata langsung tiba-tiba ada yang vote atau komen. Awalnya bener karena iseng, nggak peduli apa ada yang mau baca atau nggak.

Coba ide bisnis bisa lancar kayak gitu, kenapa tiba-tiba bisnis?

Oke, daripada kepanjangan randomnya, lebih baik segera disudahi.

See you next time!
Share:

Selasa, 18 Oktober 2016

Mencari Inspirasi di Era Modern

Entah blog ini ada yang baca atau nggak, saya masih berkeinginan untuk mengeluarkan pendapat saya. Tentunya dan semoga saja positif bagi semuanya. Di jaman modern seperti ini, banyak sekali orang yang ternyata tersesat untuk mencari jati dirinya. Tidak usah yang remaja, bahkan yang tua pun banyak salah pergaulan.

Apa buktinya? Semakin banyak kasus kriminalitas di sekitar kita saat ini. Dunia sudah bukan tempat yang aman lagi untuk makhluk bumi.

Sejatinya, salah pergaulan bukanlah satu-satunya hal yang perlu di monitori, kurangnya kedekatan antar keluarga, lemahnya tiang agama per individu mungkin menjadi beberapa hal pemicunya.

Saya paling benar? Tidak, saya masih jauh dari kata paling benar maupun sempurna. Kesempurnaan dan kebenaran hanya milik Tuhan.

Asal jangan "Kalian semua suci, aku penuh dosa."

Jangan yaa.. #ifyouknowhatimean

Oh ya, yang terbaru adalah ramainya salah satu calon pemimpin pada pilkada tahun ini yang disebut-sebut membawa-bawa salah satu agama yang ada apa....begitu. Saya perlu tekankan dan garis bawahi bahwa saya disini tidak akan menyinggung apapun yang berhubungan dengan politik.

Pusing, guys. Saya memang sudah cukup umur untuk mengerti hal-hal berbau politik, tetapi saya memilih untuk tidak terlalu peduli.

Orang dewasa saja bisa seperti itu, apalagi anak remaja. Pencarian jati diri itu sungguh perlu, seakan-akan membentuk karakter diri yang memiliki prinsip.

Jangan jadi orang yang tidak berprinsip, nanti hidup susah, banyak kegundah gulana-an.

Bisa dibayangkan dong, seribet apa, sesusah apa mencari jati diri yang benar, untuk mencari inspirasi pun kita harus pintar memilih, if you noticed (apalagi di jaman sekarang) tipe orang copycat itu menjamur..

Sebenarnya bukan copycat yah, lebih kepada, sedikit-sedikit ditiru, sedikit-sedikit jadi panutan dan lain sebagainya.

Suatu hari, saya yang doyan membuka aplikasi youtube, menemukan blogger cantik yang masih kuliah di luar negeri, Usianya bahkan hanya terpaut satu tahun lebih muda dari saya. Awalnya saya melihat vlog-nya yang menceritakan suka dukanya selama kuliah di luar negeri. Dari caranya dia berbicara, dengan menggunakan logat 'lo-gue' nya itu, saya langsung tertarik. Bukan karena sok ke Jakarta-Jakarta an, tapi perkatannya itu mewakilkan seseorang yang realitstis terhadap sesuatu.

Bahkan waktu saya tunjukkan vlog itu ke Mama saya, beliau pun suka dengan gaya si blogger ini mengemukakan pendapat serta menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan tangkas langsung kepada intinya. Setelah itu saya mengikuti vlognya, bahkan saya membaca blognya.

Berangkat dari sana, saya mulai suka pendapat si blogger cantik ini, mulai dari pembicaraan tentang agama, social life, berbagi pengalaman hidup dan lainnya.

Realistis, ignorant dengan hal yang tidak essential serta pintar mengambil keputusan, mungkin itu yang bisa kalian lihat dari diri blogger ini (kalau belum tahu silahkan mampir ke: Gita Savitri Devi) dan semua tipe itu saya merasa kalau itu saya!

Paham nggak?

Jadi, sejauh ini, saya merasa terinspirasi sekali oleh adek Gita (sok tua ya..) yang jelas-jelas dia lebih muda dari saya, yang jelas saya pribadi juga tidak segan untuk belajar dari yang lebih muda selama itu positif dan masuk ke nalar saya.

Saya berharap, orang-orang seperti Gita Savitri Devi ini semakin banyak diluar sana, terutama di Indonesia, biar bisa menyebarkan pemikirannya yang positif ini, karena si Gita sekarang posisinya ada di luar negeri (dan sepertinya dia bakal menetap disana ya? dilihat dari jawaban-jawabannya sih..)

Oke segini dulu lah ulasan pengetahuan umumnya.

See you in the next blog!


Share:

My Wattpad Story

Cerita bersambung tentang wattpad kemarin. Jadi kultur budaya Jawa Tengah dan sekitarnya menjadi pilihan saya untuk membuat suatu rangkaian cerita. Penulis abal-abal, newbie, penulis kemarin sore, mungkin lebih tepat disandang oleh saya yang menganggap menulis sebagai hobi.

Kenapa saya memilih Jawa Tengah?

Saya tumbuh dari keluarga yang sebagian berasal dari provinsi tersebut. Memang sebagian besar asal keluarga saya dari Jawa Timur, tetapi beberapa kerabat masih keturunan drah Jawa Tengah. Setiap tahunnya saya dan keluarga pasti mudik ke beberapa kota seperti, Solo, Yogyakarta dan Semarang. Eyang putri dari pihak Mama masih bertempat tinggal di Solo, di Semarang tujuan kami adalah ziarah ke makam Eyang Kakung dan beberapa saudara, jadi bisa dibilang sanak saudara saya masih banyak yang tersebar di penjuru provinsi tersebut.

Entah kenapa saya jatuh cinta dengan budaya Jawa Tengah yang halus. Kemungkinan besar, karena saya sudah diperlihatkan kultur budaya tersebut sedari kecil, berkunjung ke Keraton, melihat tutur bicara penduduk asli sana dan rasanya...saya merasa tentram dan damai.

Anehnya hal tersebut tidak berlaku ketika saya mencoba berlibur di satu kota di Jawa Barat, saya merasa asing, saya merasa itu bukan 'rumah' saya. Seakan darah asli Jawa Tengah mengalir di dalam diri saya. Maka, saking cintanya saya dengan Jawa Tengah, muncullah ide untuk mengangkatnya ke dalam suatu cerita yang berjudul "Jawa Tengah dan Takdirku".

Dalam cerita tersebut terdapat dua peran penting, yakni satu perempuan dan satu pria. Keduanya terpaut usia yang lumayan jauh, 14 tahun. Dengan mencoba mengumpulkan kepingan ingatan mengenai Keraton yang terakhir kali saya kunjungi 3 tahun yang lalu, saya memberikan latar belakang tersebut dalam cerita ini. Konflik pasangan beda usia ini juga ditaksir akan menarik perhatian kaum remaja. Tenang..saya sebagai penulis belum bisa memikirkan 'adegan dewasa' seperti kebanyakkan cerita lain di wattpad, karena memang tidak ahli untuk menerka-nerka hal tersebut. Jadi semua kalangan bisa membaca.

Memulai cerita tersebut, bahkan saya tidak memperkenalkan diri, apalagi meminta-minta vote, comment dan lainnya. Karena memang sedari awal tulisan itu hanya saya persembahkan untuk imajinasi saya sendiri, agar tertuang, agar mereka memiliki kanvas yang nyata, bukan di angan-angan. Siapa yang menyangkan sedikit demi sedikit cerita ini mendapatkan vote, bahkan komentar dari pembaca yang selalu setia menanti update nya.

Hal tersebut semakin membuat saya sebagai penulis, gencar dan semangat membangun imajinasi lagi, tapi memang dasar, suatu ide tidak bisa dipaksakan apabila berharap cerita yang tidak monoton atau begitu-begitu saja, sempat saya cukup lama tidak bisa memberikan bagian cerita yang baru, sampai beberapa waktu yang lalu saya iseng mengetikkan nama akun saya di google searching.

Saya menemukan seseorang yang secara singkat mengulas cerita saya, dia berkata bahwa cerita saya pantas untuk dipromosikan. Wah, begitu terharunya saya melihat komentar tersebut, semakin kesini saya semakin tertarik untuk terus belajar dan belajar mengenai seni menulis.

Saya rasa, darah menulis mungkin sedikit ditularkan dari turun temurun Eyang-eyang saya. Salah satu Eyang jauh saya adalah seorang guru besar Sastra Inggris di Universitas Negeri di Surabaya, bahkan di usianya yang sudah kepala 8, sampai saat ini beliau masih rajin menulis, beliau pun telah menerbitkan 2 buku novel (diluar literatur pelajaran) dan sedang merampungkan buku ketiganya, biasanya saat beliau launching buku, beberapa mahasiswa memberinya support dengan mengadakan acara sederhana di Balai Pemuda, mudah-mudahan Eyang saya masih diberi sehat ya untuk dapat launching buku ketiganya...

Sekian cerita pendek dari saya hari ini, sampai bertemu di lain kesempatan.

Kalau ada waktu silahkan mampir di akun wattpad saya ya: elkoesoemo



Share:

Rabu, 12 Oktober 2016

Wattpad Story

Saya suka membaca, cerita lebih tepatnya, teramat sangat suka. Ketika teman-teman saya lebih suka menonton film daripada membaca novel yang diadaptasi, saya tetap lebih memilih buku.
Saat saya berada di toko buku pun, saya merasa terhipnotis, saya bisa berjam-jam berada disana, menilik satu demi satu buku novel, intinya jangan ajak saya pergi ke toko buku saat sedang krismon, karena saya paling nggak tahan untuk tidak membeli buku.

So..

Karena saya suka membaca, kemudian saya juga berimajinasi tinggi, akhirnya saya pun juga suka menulis dan membuat cerita. Awalnya saya dikenalkan aplikasi Wattpad ini oleh salah satu teman saya yang juga sama-sama doyan membaca. Saya pun segera membuat akun dan menjadi pembaca cerita-cerita (berkualitas) dari Wattpad. Jujur, saya sama sekali tidak tahu awalnya kalau saya pun bisa menjadi penulis di aplikasi tersebut.

Sampai suatu saat saya akhirnya tahu dan saya pun memutuskan membuat suatu cerita. Mostly, dari sinopsis yang sering saya baca (sebelum saya memutuskan untuk membaca keseluruhan novel) kebanyakkan tentang kehidupan di LN. Dengan latar belakang orang asing dan sebagainya dan sebagainya. Actually, meskipun saya suka berimajinasi tetapi kenyataannya tidak melampaui kancah internasional (Lol). Pernah saya membuat suatu cerita berlatar belakang LN, kemudian orang asing, jadinya 0. Nol. Tidak bisa disambung lagi, entah kemana arahnya.

Pada akhirnya, judul Jawa Tengah dan Takdirku (JTT), bisa dibuat dan masih eksis hingga sekarang. Satu-satunya cerita yang di published, di vote, di comment dan membuat saya terharu, meskipun belum banyak-banyak amat, tetapi tetap bikin sumringah.

Selengkapnya tentang JTT di blog berikutnya ya!
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.